Pages

Wish List : Pendants for a Geek

Saturday, February 23, 2013

Well, I have nothing to say but keep on staring at these pendants but : ME WANT ME WANT ME WANT! GIMME THOSE PENDANTS! DX

Coba aja kalung kayak gini banyak dijual di Indonesia, gue nggak bakalan galau, hiks. Mostly pendant dari anime beken macam One Piece, Full Metal Alchemist, Death Note, Naruto, dan masih banyak lagi, mudah didapat. Dan jadi mainstream, sih. Tapi untuk pendant ini, gue belum penah nemu di manapun. Mau impor pun susah. Bukan karena nggak ada yang jualan, tapi karena harga pendant sama ongkos kirim sama beratnya. Cih. Mungkin gue harus nengok ke Gonzo, siapa tau nyelip, ah... Susah juga jadi gamer geek di Indonesia. Akses belanja merchandise sangat terbatas. Mari kita pundungisme dulu di pojok kamar :(

Skyrim Pendant #01
sumber : http://www.3ona51.com/images/news/20111104/skyrim-pendant.jpg

Skyrim Pendant #02
http://fashionablygeek.com/wp-content/uploads/2012/01/skyrim-necklace.jpg?cb5e28
Dragon Age II Pendant #01
http://www.entertainmentearth.com/images/AUTOIMAGES/EW1058lg.jpg
Dragon Age II Pendant #02
http://geekcrafts.com/wp-content/geek_craft_images/dragon_age2_necklace.jpg
Fallout Mascot Pendant
http://fc02.deviantart.net/fs70/i/2012/068/5/f/fallout_pendant_1_by_worldofjewelcraft-d4s70gx.jpg
Fallout Rad-X Pendant
http://img3.etsystatic.com/002/0/6852642/il_fullxfull.379780927_ppty.jpg
Paling bikin ngiler emang pendant Skyrim yang pertama dan Fallout Rad-X. Sangat mewakilkan game-nya tapi tetep fashionable-geek-gimana-gitu DX *meraung-raung di pojokan sambil nanem jamur*

Oke.
Have a nice day and stay beautiful.
~24ghee





Behind The Scene : Inside My Baby Blue Pouch

Lazy Saturday~

Gue beneran baru bangun jam delapan pagi. A rarely chance for a worker like me, dan tentu saja yang gue lakukan adalah tidur lagi. Akhir-akhir ini sering bolak-balik Bandung-Jakarta, kecapekan, stress, kurang tidur, yang berujung dengan aktivitas super nggak produktif macamnya gegulingan di kasur sampai jam makan siang. Supaya otak gue nggak tewas karena pemiliknya terlalu malas, akhirnya gue memutuskan untuk menulis sesuatu; dan tema hari ini standard para beauty blogger. Buka-bukaan make up pouch. Atau bahasa Ilham-nya adalah 'dompet dandan'. WTF coba bahasanya si Le BF. Walaupun well, isinya memang alat touch up yang selalu gue bawa kemana-mana. Warnanya biru unyu. Dapet dari majalah Gadis pas zamannya gue masih SMA. Yeah right, ini pouch usianya udah delapan tahun! Hebatnya masih bagus gitu baik bentuk maupun warnanya. Anyway, here are my daily weapons!

Nine items! Rekor tersedikit setelah empat tahun kenal make up XDD
Nggak terlalu banyak sih. Okelah, mari review satu per satu.

A) Cleansing and blotting area

Dua senjata memerangi kulit berminyak dan error dalam aplikasi make up
Since I got a goddamn oily skin, level tambang Freeport as I said before, maka blotting tissue adalah benda wajib di dalam tas. Begitu pula dengan face cleansing wipes kalo-kalo muka udah terlalu ancur buat ditimpa bedak lagi. Berguna juga kalo terjadi kecelakaan pas make eyeliner. So, I use this cute greeny Oily Absorbent Paper keluaran Skin Food. Dahulu beli di disdus karena lagi promo, LoL, dan ini kertas tipis macamnya Ovale atau Body Shop Tea Tree, bukan yang tebel kayak Clean and Clear. Kekuatannya so-so, tapi nggak ngerusak make up. Cara pakainya juga cukup ditepuk dan ditekan sedikit. Gue pakai ini setelah tiga-empat jam di luar, sekali pake dua lembar, baru touch up. Untuk tisu basah, gue pakai Shikada Facial Cleansing Wipes. Kayaknya pernah gue review, kan? Intinya ini produk bagus dan praktis buat ngehapus make up.

B) Face area

Dua item tipis dan ringan buat dibawa kemana saja
Yes, cuma ini doang senjata gue. I don't like blush on. Feels like abis ditabokin pacar (amit-amit) dan muka gue suka merah sendiri kalo udah di luar. So, gue cuma memgandalkan pressed powder dan kuas gede ini. Sebenernya kulit berminyak gue nggak bisa lama-lama pake pressed powder. Cuma, bedak tabur gue packaging-nya kegendutan jadi nggak praktis buat dibawa-bawa. Produk yang gue gunakan adalah Exclusive Two Way Cake dari Wardah, refill biar ringkas, dengan shade Sheer Pink. Gila, ini coverage-nya level dewa. Gue lagi cuti pake BB Cream atau foundation selama seminggu. Cuma pake sunscreen sama TWC ini doang. Hasilnya cukup smooth di kulit penuh scar jerawat kayak gue. Aplikatornya adalah blusher dari The Body Shop. Bulunya halus dan lembut, tapi mampu menjangkau sudut sulit dan hasilnya bagus banget dengan bedak apapun. Natural dan ringan. Bedaknya juga nggak cakey alias ngeblok; dibanding kalo pake spons bender yang tebel-tebel-foamy itu.

3) Lips area

Benda-benda fatal yang eksistensinya tak boleh dilupakan *HALAH*
Ini dia bagian paling ribet dalam hidup gue. Lipstik. Gue lahir dengan bibir gelap dan kebiasaan lama gue (baca : rokok) membuat bibir gue sangat tidak kece. Bibir gue juga sangat mudah kering, ngelotok, bawannya pengen tarik-tarik kulit bibir. Karena itulah, lip balm dan lipstik matte itu, buat gue, harga mati. Kita tahu lipstik matte membuat bibir tambah kering, makanya aplikasi lip balm itu wajib. Enaknya sih, lipstik jenis gini susah kehapusnya. Dibawa makan juga hayok. Produk yang gue pake adalah Melon Crazy Lip Balm dari Make Over. Model colek, jadi rada ribet, tapi mousturizing banget-banget. Produk ini juga mengklaim bisa menutrisi bibir; sejauh ini sih ampuh buat gue (yang nggak mempan dilawan lip balm The Body Shop seri apapun). Untuk lipstik, gue kombinasikan Ultra Hi-Matte Lipstick dari Make Over, 006 - Silky Blonde dengan Matte Lipstick dari PAC, ML04 - Tender Peach. Warnanya hampir mirip, tapi coverage-nya jauh lebih bagus Make Over. Sayang, saking ultra matte, garis-garis bibir keliatan. Ngakalinnya, ditimpa pake si PAC yang lebih creamy. Opsional sih. Tapi fusion dua lipstik ini beneran long lasting sampe dua belas jam. Sadis gila.

4) Eyes area

Alat tempur serba guna buat bagian mata
Hampir sebulan kayaknya gue absen pake eyeshadow. Kasian matanya. Udah sensitif, ditimpa bubuk warna-warni. Untuk ngakalinnya, gue konsisten dengan eyeshadow tebal, cat eyes, overdo. Inspired sama gadis-gadis 2ne1 yang kalo pake eyeshadow nggak pernah tanggung. Produk andalan gue dari jaman dahulu adalah ColorStay Liquid Liner dari Revlon. Hitamnya pekat, cairannya kental, mudah diaplikasikan dengan aplikator karet, dan cepat kering. Sumpah, bikin 'wing' di ujung kedua mata gampang banget dengan eyeliner cair yang satu ini. Ketahanannya juga lumayan juara. Gue paling jarang touch up bagian mata sekalipun udah ujan-ujanan, wudhu, atau keringetan. Gue juga memakai eyeliner sebagai pengganti maskara. Caranya, bulu mata dijepit dulu terus dioles-oles pake batang aplikator eyeliner. Jauh lebih natural karena nggak bikin bulu mata menggumpal dan lebih tahan air dan keringat. Pokoknya ini produk mata serba bisa yang jadi ultimate weapon gue.

Sekian. Gue baru sadar kalo isi pouch make-up gue berkurang banyak semenjak komitmen gue untuk mengistirahatkan muka. No BB Cream, no eyeshadow, no blush on and no mascara. Ternyata muka beraksi positif tanpa senjata berat tersebut, LoL. Tapi well, nggak bisa dihindari juga kalo mau kondangan; jadi sepertinya gue hanya bakal make up full armor kalo mau ke acara penting saja. For daily routine, those stuffs have done their best performance ;)


So, ladies, have a nice day and stay beautiful!
~24ghee

Cute Gift : Hanbok Bookmark from South Korea

Sunday, February 17, 2013

Annyeonghaseyo~
*membungkukkan badan empat puluh lima derajat tanpa lebay*

Finally my senior and my friend also, kak Gandhi, yang dibuang ke Korea Selatan buat ikutan training kantor, kembali ke tanah air dengan setumpuk oleh-oleh dan titipan. Maklum, kami semua manusia kere yang ke Singapur aja nggak mampu ini, hampir semuanya fanboy/fangirl. Tadinya gue mau titip BB Cream, tapi ternyata di sana harganya lebih mahal (waktu itu nitip pas kak Gandhi lagi di Busan, nggak tau ya kalo nitipnya di Seoul) dan akhirnya malah nitip apapun yang ada Big Bang-nya. Gue dapet photo calendar yang kesemuanya berisi muka personil Big Bang (gue menghabiskan lima belas menit buat fangirling, serasa balik ke zaman Westlife) dan benda unyu, yang bakal gue share di sini. Awalnya gue heran, kenapa gue dikasih amplop kece penuh huruf Hangul? Apakah ini sejenis ang pau ala Korea?

Ajegile, untuk ukuran oleh-oleh, amplopnya niat abis!
Ternyata pas dibuka, gue fangirling sekali lagi.
Bookmark! Dan ini pembatas buku terunyu yang pernah gue punya!

Pas dibuka, YAY~ Pembatas buku nan unyu~
Aduh, gue serasa nggak tega gitu mau makenya LoL.

Pembatas buku ini berbentuk Hanbok, mungkin mostly kalian sudah tahu. Pakaian khas Korea Selatan yang bentuknya mirip kimono. Di negara asalnya, Hanbok sendiri mengacu pada pakaian tradisional zaman dinasti Choson yang masih dipertahankan sampai sekarang. Kalo dulu, pakaian ini sifatnya semi formal sampai formal. Bedanya cuma di banyak-banyakan detai dan aksesoris. Sekarang, Hanbok dipakai hanya ketika perayaan atau festival. Mungkin sama kayak di Jepang pas mau Bon Odori kali ya? Hanbok juga terkenal dengan warna-warna mencolok namun tidak bercorak, sebuah pita yang disimpul di depan perut dan tidak memiliki kantong. Yang paling gue demen dari Hanbok sih, bagian roknya yang lebar. Kalo diliat di film Jang Geum, cewek Korea suka duduk ngangkang di balik rok mereka, dan hal itu bukan sesuatu yang tabu. Asyik ya XDD

Oke, itu tadi soal Hanbok. Si pembatas buku ini desainnya mengikuti gambaran di atas, namun lebih meriah. Mengingatkan gue sama Hanbok yang dipake jajaran tuan puteri dengan hiasan di bagian lengan dan roknya. Di ujung atasnya, dikaitkan tali berwarna hijau muda dengan sulaman (oke ini bukan sulaman, apa sih namanya, ya kali gue tulis 'seni tali temali', berasa Pramuka) yang, 'Korea banget', dan ujung yang cukup panjang buat ditongolin di antara lembaran buku. Yang gue suka, bookmark ini terbuat dari lempengan besi. Keras, tipis, tahan banting, dan sedikit lebih berat daripada bookmark yang terbuat dari kertas. Udah jelas kalo benda ini nggak gampang rusak. Walaupun pasti gue sayang-sayang karena takut talinya kucel.

Tampak depan dengan desain Hanbok warna-warni
Materialnya berupa plat besi tipis yang lumayan tajem
Difoto bersama novel kesaangan :D
Ketika talinya nongol di depan cover novel
Sekarang, bookmark unyu khas Korea ini masih nangkring di buku yang lagi gue baca. Si 'The Broker' karangan John Grisham. Bentar lagi mau keluar buat nebus The Casual Vacancy-nya J. K. Rowling ke pameran buku di Landmark. Sepertinya kegiatan gue ngerem di kamar buat baca novel bakal makin fashionable (?) dengan bookmark yang sangat feminim dan unyu ini. Bener-bener udah jadi motto hidup deh : for whatever you do, do it with style! XDD

♫ ❤ (。◕‿◕。) ツ ☆ εїз
Okay girls, that's all for today. Have a nice day and stay beautiful!
~24ghee

Wish List : SH-04B Style Phone from NTT Docomo

Thursday, February 14, 2013

I don't think I should write things about it. Sigh. I wish I were born in Japan. This chocolate-design-flip-phone drives me crazy, as you know, how much I addicted to fashion phone :(
*memandangi matahari terbenam dengan cantiknya*






Okay, girls. Have a nice day and stay beautiful.. *lemes*
~24ghee



Review : Shikada Facial Cleansing Wipes by Mitu

Annyeong~

Kali ini, gue mau cerita-cerita soal produk yang beberapa minggu ini gue pakai. Yep, tisu basah pembersih wajah! Shikada Facial Cleansing Wipes keluaran Mitu~!

Penampakan bendanya, pinky-pinky unyu XD
Actually, ini bukan pertama kalinya gue pake tisu basah buat ngebersihin muka. Dulu pernah pake keluaran JF Sulfur, khusus untuk muka berjerawat. Terus pake yang Biore. Pernah juga keluaran Mustika Ratu. But since semua brand di atas agak mahal, gue cuma pake pas bener-bener kecapekan aja. Tapi keluaran Mitu ini murah meriah. Saking murahnnya (IDR 10.250 untuk 30 sheets) gue sampe berpikiran jelek kalo produk ini pasti nggak oke dan bikin muka kering and whatsoever tapi ujung-ujungnya gue beli juga karena penasaran. Ini dia foto tisunya setelah dikeluarkan. Basah, indeed, dengan wangi kayak babies' stuff, lembut-lembut unyu gimana gitu. Just like ordinary wet tissue, produk ini juga dilengkapi stiker buat buka-tutup dan memungkinkan kita membawanya kemana-mana.

Setelah keluar selembar :3
Kesan pertama gue ketika menggunakan tisu basah ini adalah : kyang, lembut banget!

Di luar dugaan, produk ini beneran mampu ngangkat semua minyak, kotoran dan make up yang nempel seharian di muka gue. Cara ngapusnya simpel, usapkan tisu dari arah dalam (area hidung) ke luar wajah (area pipi, kening dan dagu). Ngusapnya pelan-pelan aja, jangan pake napsu. FYI, gue pake BB Cream keluaran The Body Shop, two way cake keluaran Wardah dan lipstik matte keluaran Make Over; dan semuanya beneran kehapus. Bersih. Kesan yang ditinggalkan pun lembab dan segar. Nggak ada tuh kulit jadi kemerahan, gatal, atau lengket. Setelah gue baca lagi, produk ini mengandung ekstrak timun, bunga chamomile dan lidah buaya yang berfungsi melembabkan kulit sekaligus menghapus semua jejak kosmetik dan residu asap knalpot. Dan keringat. Dan debu. Argh kebayang kalo pada males bersihin muka. Lihat saja betapa banyaknya partikel penutup pori-pori yang diangkat sama benda suci ini :))

Gila ye, muka gue seharian di luar. BB Cream, bedak, lipstik, eyeliner, debu, asep knalpot, keringet =_="
Apakah gue bakal repurchase? Hell, yes! Udah murah, isinya banyak, praktis, hasilnya pun memuaskan. Nggak ada keluhan jerawat atau muka kering setelah beberapa minggu terakhir pake produk ini. Sangat gue rekomendasikan! Apalagi buat yang males ribet, hihihi. Oke deh ladies, that's all for today. Have a nice day and stay beautiful!
~24ghee

Review : Nail Polish Remover by Revlon

Wednesday, February 13, 2013

Halo-Halo Bandung!

Setibanya gue kembali dari Jakarta, hal pertama yang gue lakukan adalah tidur. Oke. Penting banget. Next, gue sadar kalo gue harus ngapus nail polish yang udah empat hari nempel di kuku gue. Karena gue nggak punya nail polish remover, dengan malas level dewa gue pun ngesot ke Riau Junction untuk membeli sebotol cairan penghapus kuteks tersebut. Pilihan pertama gue sudah jelas; satu brand dengan nail polish yang gue punya, Revlon. Menyandang nama 'Professional Nail Enamel Remover Extra Moisturizing', remover ini datang dalam kemasan botol plastik sebanyak 200ml dengan warna biru yang menenangkan hati. Jeleknya nih, si remover ini datang dengan botol bermulut besar. Harus ekstra hati-hati karena ukuran botolnya besar, rawan kesenggol terus tumpah sebotol-botol. Check this one.

Penampakan botolnya yang terbuat dari plastik
Awas tumpah!
Yang menyenangkan dari remover ini adalah komposisinya yang bebas aseton. Seperti yang kita tahu, remover murah meriah yang biasa kita temui di Str*beri atau Hear*warmer itu bahan dasarnya aseton. Turunan alkohol yang bahaya buat kulit dan kuku. Terbukti setiap gue ngapus kuteks pake aseton pasti kuku gue kuning-kuning dan terkelupas. Sensasi dingin yang menyengat, kalo kehirup bikin pusing dan mual, serta keringnya kulit di sekitar kuku membuat aseton murah nggak layak dipakai. Tapi Revlon ini beda. Remover ini dibuat dari etil asetat dan isopropil alkohol yang lebih ramah kalo kena kulit kita. Apalagi Revlon dengan baik hatinya menambahkan minyak jojoba yang melembabkan kuku dan kulit di sekitarnya. Pembersihannya juga nggak perlu digosok terlalu keras, pelan-pelan tapi beberapa kali gosok juga kuteksnya luntur kok.

Setelah dua kali usap kuku jempol bersih!
Kebetulan, gue dianugerahi kuku yang tebal dan kuat. Kuku ibu jari gue bahkan bisa dipake buat nyobekin tutup botol plastik, LoL. Tapi tetep aja harus dijaga supaya nggak jadi kering dan rapuh. This product works well in erasing my nail polish without any struggle. Gue merekomendasikan remover ini, terutama buat yang sering gonta-ganti kuteks, buat yang kukunya gampang patah dan buat yang kulitnya kering. Harganya juga terjangkau, hanya IDR 37.000 untuk isinya yang cukup banyak. Pemakaiannya juga sedikit, lho. Gue cuma ngeluarin dua kali di kapas untuk lima kuku. Nggak kebayang bakal abis tahun berapa ini remover. Oh iya, harumnya juga lucu, mengingatkan gua sama mainan balon jaman SD dulu. Nggak terlalu menyengat walaupun kalo dihirup keseringan bakal bikin mabok juga. I will repurchase this one for sure, entah dekade berapa, LoL. Anyhow, ini produk mudah terbakar, jadi jauhkan dari geng aromaterapi, ya! :))

Lihat kulit di sekitar kuku; lembab :D
This is it, girls. Have a nice day and stay beautiful!
~24ghee

Review : Pink Flip Phone F2 from Cross

Monday, February 11, 2013

Gadget review~!

Tenang, gue nggak akan bahas ala geek-geek di luar sana yang rela bacok-bacokan demi paradoks milenium; Android VS Apple. Meh. Mainstream. So, di sini gue bakal memberi ulasan amatir soal ponsel yang gue pakai, fashion phone indeed, biar masih nyambung sama tema blogs ini, LoL, a little and cute pink flip phone, Cross F2. Standing ovation!

Si Pinky unju dengan gantungan bermuka nyebelin kayak Ilham

Awal mula gue pengen ponsel flip didukung kebosanan gue liat benda bernama Blackberry, iPhone dan berbagai smartphone berbentuk sama. Kalo nggak qwerty segede upil, maka layar sehape-hape. Jenuh liatnya. Terus ngeliatin cewek-cewek Jepang pake Docomo lucu-lucu. Apa boleh buat, pengen banget punya hape zaman Samsung clamshell seri E gue yang dahulu mampus. Pilihan pertama sebenernya LG Lollipop, tapi karena harus PO dan konon versi internasionalnya seharga 1,5an, NGGAK JADI! Gue cuma butuh ponsel sederhana dengan baterai kuat bergadang, SMS, dan telepon. Pilihan pertama gue Samsung apa gitu yang warnanya pink neon, tapi karena nggak sengaja lewat satu konter yang menjual si unyu ini, ditambah harganya cuma sekitar 400k, jatuh cintalah gue. Spesifikasinya sedemikian, dari yang gue copy-paste dari handphoneterbaru.blosgpot.com dengan semena-mena.


Tipe Hp Cross F2 Kategori Flip Network dual GSM CPU/GPUMemori Micro SD Kamera 2MPx Display 2.4" QVGA LCD 240x320 PixelKoneksitas Edge,Gprs,USB,Bluetooth,Modem Fitur-Fitur TV, Radio,BlackList Number, Flight Mode. audio/video player, no java, ebook, phonebook 500 Pilihan Warna White, Pink Rate Harga Rp 415k Garansi 12 bulan


I'm not sure bout the television since I never activated it.

So, selama gue pegang hape ini, gue bahagia-bahagia aja. Secara ini ponsel bisa bertahan 3 hari tanpa di-charge tapi masih bisa SMS dan.telepon. Kalo lagi iseng bisa mainan twitter juga walau lemot parah karena java based. Kamera belakangnya 2MPx, lumayan buat capture makanan terus di-bluetooth ke GslTab demi update Instagram. Kamera depannya yang seru, karena VGA dan rada blur, gue dan temen-temen cewek gue pada doyan camwhoring karena hasilnya kawaii level Loki. Tombolnya agak bikin kapalan, tapi karena gede-gede jadi nggak terlalu masalah. Layarnya cukup clear dan panjang, tanpa perlu dilapis anti gores karena udah keras dari sananya. Pilihan menu standard banget. Memori phonebook dan SMS sangat terbatas, jadi kudu rajin-rajin hapus isi inbox. Media memang bisa disimpan di MMC tapi sayangnya nggak berlaku buat phonebook dan SMS.

Nerima-telepon mode
Stand by mode
Untuk audio, ini agak rese. Speaker-nya cempreng banget-banget. Nggak ada stereo-stereonya amat. Terus, volume ponsel paling kecil sekalipun tetap berisik. Apalagi kalo kayak gue, yang demen pake lagu progre buat ringtone, alhasil pas hape bunyi bakal jadi pusat perhatian. Frekuensinya tipe yang super annoying dan minta ditimpuk duit. Kampung abis deh. File manager-nya juga agak bikin puyeng. Pusing sendiri kalo mau cari file picture dan audio. Dan yang paling kacau, ini ponsel nggak bisa ngebedain antara 089xx sama +6289xx. Artinya? Kalo gue nyimpen nama orang plus nomer hape tanpa kode negara, pas dia bales SMS atau telepon, yang muncul bukanlah nama tapi deretan nomor. Semprul. Hal ini fatal mengingat ponsel ini dual sim. Kebayang kan? Udah simcard-nya dua, nomer ketuker-tuker, kalo selingkuh pake ponsel ini kayaknya rawan ketuker deh. Tidak disarankan buat playgirl yang hobi koleksi pacar.

Closer view tombol
Tampak belakang, ada kamera dan speaker

Setting - Phonebook - Main Menu

Dari segi penampakan, kita semua sepakat kalau ini ponsel CEWEK dengan desain feminim dan warna soft pink. Di bagian kanan ada kaitan untuk phone strap yang menambah poin keunyuan ponsel asal Cina ini. Bagian paling menarik (dan alay sih, well) dari appearance ponsel ini adalah batu berlian (bohongan) di tengah cover depan. Kalo flip ponsel dibuka lalu ditutup, maka berliannya akan nyala. Terus cover depan yang full lampu kecil-kecil ikutan menyala-nyala warna-warni. Adapun gue memilih formasi membentuk jam. Karena useful. Lainnya ada I LOVE YOU, bunga mawar, motif tribal, yang bikin gue gatel-gatel. Soal unyuness, ponsel ini emang juara. Fungsinya lumayan memuaskan dengan tampilan cukup mewah. Kalo dibandingkan lagi sama harganya yang di bawah setengah juta sih gue puas sama ponsel ini. Apalagi kalo SMS masuk dengan ringtone persis dengan yang dipake pemeran utama cewek di Korean drama 'Secret Garden', semua orang noleh ke gue, dan keluarlah si pink unyu flip, sukses deh cewek-cewek se-angkot melihat ponsel gue dengan tatapan iri. Hihihihi~

See that? Lampu warna-warni XDD
Dari racauan gue di atas; maka disimpulkan kalau fashion phone itu sama kayak stereotype 'cewek-cantik-pasti-bego'. Mungkin karena ini ponsel murah ya, yang bisa juga jadi 'cewek-cantik-udah-murahan-bego-lagi'. Bersyukurlah bagi kalian yang cantik tapi pinter. Dan ada baiknya gue selesaikan ocehan gue sebelum ada yang ngelempar gue pake Blackberry XD

So, girls, have a nice day and stay beautiful!
~24ghee

Fashion Item : Nude Karmen Pumps by Comfort Plus

New shoes for earning money! Yay!

Si Bungsu Nude Karmen Pumps XDD
Berawal dari voucher 100.000 yang tak lain adalah muntahan kantor, gue bertekad kalau kertas tersebut haruslah dibelanjakan untuk sesuatu yang menunjang karier gue. Karena gue nggak mungkin belanja di Mark and Spencer, Mango apalagi Zara, maka pilihan gue jatuh pada fashion item bernama sepatu. Khususnya pumps. Model paling aman buat dipake ke kantor tapi masih cukup kasual buat dibawa main ke PVJ. Bagi kalian yang sudah paham sama kaki gue, pasti tahu dimana gue belanja. Yep. Payless. Di mana gue nggak perlu khawatir akan ketersediaan nomor dan model. Bener aja, sepatu yang gue beli pasti ukuran 8 - 9 (40 1/2 - 41) karena kaki turunan Ciamis ini nggak mau negosiasi. So, girls, here's my new family~!

Depan dan belakang, tinggi haknya menyenangkan!
Perspektif mata burung XDD
Penampakan dari samping yang simpel dan elegan (HALAH)
Nude Karmen (IDR 199.000) dari Comfort Plus by Predictions, setidaknya itulah yang tertulis di kotaknya, pas gue beli lagi sale 20%. Ditambah voucher 100k, yang artinya gue cuma ngeluarin sekitar 60k saja. Penampakannya yang glossy membuat gue khawatir kalo bawa anak ini naik-turun angkot. Takut kebaret terus meninggalkan bekas hina. Apalagi warnanya yang soft dan rawan ternoda debu plus jalanan becek. Sisi positifnya, pumps ini gampang dibersihin kalo sampe keciprat lumpur. Either way sih gue nggak bakal bawa anak ini ujan-ujanan. Ukuran yang gue pake ukuran 9, sedikit lebih besar dari kaki gue sehingga gue beli 'plester' tebal supaya pas dipake jalan nggak pake acara lepas. Si plester ini useful banget karena melindungi kaki gue dari bahaya lecet. Harganya juga cuma 20k. Daripada saben pake sepatu bolak-balik tempel handsaplast? This stuff is worth the price.

Ini dia si plester tebal entah.. Apa nama jualnya TT_TT
Ukuran 9, kaki cewek macam apa coba =_="
Dari segi warna, kebetulan memang lagi butuh. Banget. Sepatu. Coklat. Dikarenakan dua sepatu lain warnanya merah cabe dan satunya plaids abu-abu, yang menjadikan gue nggak punya sepatu normal, si Karmen ini gue baptis menjadi anak gue yang paling waras. Modelnya klasik. Warnanya soft dan menyenangkan pas ketemu kulit. Pumps ini masuk ke celana kerja gue yang warnanya dominan hitam, abu dan coklat, even jeans santai. Natural dan universal banget. Nggak ada bau khas 'sepatu baru', mungkin karena mostly sepatu di Payless dibuka kotaknya. Tingginya juga nggak seberapa; cuma 4-5 cm. Alasnya berupa bantalan empuk dengan jahitan rapi. Dipakai lama-lama tetap terasa nyaman dan nggak terlalu bikin pegel. FYI, gue lebih cepet pegel kalo keliaran pake flat shoes. Ehem. Ini si bungsu masih gue perlakukan dengan sangat hati-hati dan protektif. Balik ke kamar, masukin kotaknya. Masih tidak diizinkan bertengger di rak sepatu XDD

Overall, gue suka banget sama si bungsu Karmen. She's cute, simple and lovely. Kalo sampe rusak (semoga umurmu panjang, Nak) maybe I'll repurchase the same brand. Gue merekomendasikan anak ini kalo ada yang iseng ke Payless :3

❤ (。◕‿◕。) ツ

That's it, girls. Have a nice day and stay beautiful! ;)
~24ghee

Review : Star Girl

Sambil nunggu air mateng buat mandi, mari kita review singkat~

Welcome screen game-nya, gambar dapet nyomot dari google image
So, Star Girl adalah game android yang lagi hobi-hobinya gue mainin di Galaxy Tab gue. It's a fashion game with a little touch of dating simulation. Hampir sama kayak game-game sejenisnya Top Girl/It Girl atau Fashion Story di mana gue harus belanja, cari cowok, atau get a job demi experience dan duit. Game ini keluaran Animoca dengan user download sampe 1juta++ dan review-nya bagus; 4,5 bintang dengan jumlah reviewers sekitar 55k. Untuk bisa mainin game ini, gue cuma tinggal klik install doang, walau lumayan juga aplikasi ini 45mb. Cukup bikin panas gadget kalo dimainin lama-lama.

How to play? It's simple just like common fashion game. Kita akan dikasih quest macem-macem; mulai dari belanja outfits, get a job,PDKT ke cowok, have a date, foto bareng temen, main mini game di bar atau carnival, sampai klik-klik poster di jalan. Pilihan tokonya mulai dari baju, sepatu, aksesoris, rambut, lingerie dan bridal. I suggest you to wait for the shopping quest to buy fashion stuffs, lumayan experience biar cepet naik level. Lalu ada lagi jobs as singer, model or actress. Ini biasa sih, tinggal klik terus ditinggal (mulai dari 2 menit sampai 12 jam) untuk dapetin money dan experience. Lucunya, kalo kita banyak-banyakan kerja, kita bisa dapet award di karpet merah. Terus di jalan ada poster dengan avatar kita. Berasa seleb banget lah. Pulang ke rumah, udah ada pacar nangkring. Kita bisa gonta-ganti baju, foto-foto dengan berbagai template dan pergi ngedate. Bosan? Tinggal ke carnival buat main mini game. Ada tiga mini game, yang pertama semacam fashion roulette, gue nggak pernah main soalnya untung-untungan, yang kedua nyocok-nyocokin baju di avatar dengan 16 pilihan di kanan, yang terakhir semacamnya Bejeweled gitu. Lumayan, kalo bar game sampe full bisa pilih random gifts.

Main Road di Star Girl, ini juga nyomot dari google
Mini Game nyocok-nyocokin baju, nyomot dari google juga ^^;
Ini dia, penerimaan awards untuk completing jobs, LoL! Ini juga ngambil dari google

Yang bikin gue cukup betah mainin Star Girl adalah mini game yang ada di dalamnya. Misal, di city bar, gue bisa flirting ke 'selebriti' cowok yang namanya dipelesetin. Sejenisnya Jarvin Braver (Justin Bieber) sampai Johnny Tepp (Johnny Depp). Lucunya, avatar si 'selebriti' dibikin ikonik dan semirip mungkin sama aslinya. Yang kocak sih si RDJ. Muka Robert tapi bodi Iron Man. Sayangnya hotness gue kurang tinggi buat dapetin si Om RDJ soalnya harga outfit di game ini MAHAL GILA. Kalo masih level noobs, jangan khawatir. Kita masih bisa cari pacar di city cafe. Cowok-cowok di sini requirement flirting-nya nggak setinggi 'selebritis'. Bedanya juga, untuk menjadikan 'selebritis' pacar, kita harus flirt bersama teman (bring friends, sialnya kita harus banyak-banyakin add friends dan cuma bisa flirting 24 jam sekali) tapi untuk flirting cowok biasa di kafe, kita bisa pakai energy, money atau jewel. Fungsi pacar? You can have a lovely chats (like, cleverbot versi gombal), date at various places dan gifts! Setiap pacar akan kasih tiga hadiah berbeda, mulai dari outfit sampai jewels. Serunya, di game ini kita bisa koleksi pacar, nggak perlu diputusin buat flirt ke yang lain. Nggak kayak It Girl yang bikin kita harus setia XD

Flirting keselebritis,ini ceritanya Kobe Bryant XD Google, still

Flirting ke cowok biasa dikafe. Last image from Google

Overall, gue bakal kasih empat bintang sama game ini. Kenapa? Karena avatar yang bohay, mirip gue, since kalo main fashion game lain gue suka terintimidasi karena avatarnya sekurus lidi. Lalu untuk mini game dan simple dating game yang ringan tapi menghibur. Terutama si Johnny Tepp and the gank. Then for the interface. Game ini visualnya oke banget. Detail, warnanya tajam, cellshade tapi meriah, dan touch-touch-nya responsif. Biasanya GalTab gue hang kalo main game yang lebih dari 25mb tapi lancar-lancar aja main Star Girl. Game ini juga offline, the best part, kecuali kalo mau add friends di Facebook. Minusnya juga ada, yaitu keterbatasan outfit dan harganya yang selangit. Gue harus kerja banting GalTab (halah) demi sepotong gaun yang dijual di Star Bridal. Dari segi dating-nya juga kurang greget. Cowoknya kurang ngegombal. Terus untuk add random people juga agak sulit. Gue kudu klik beberapa kali gitu sampai akhirnya itu manusia ke-add. Tapi lebih lancar kalo kita udah friend di Facebook sih. In the end, I still play this game demi macarin om RDJ. Hahahahahahaehem.

Bianca, anak gue, sok-sokan jadi cover majalah XD

Berfoto bersama tetangga~

Dan pacaran di kafe mahal sama Johnny Depp, eh, Johnny Tepp =))
Oke, there goes my first game review. Feel free to try this one, gue merekomendasikan walau gue cukup yakin gue akan bosan main game ginian, LoL. Have a nice day and stay beautiful! ;)

~24ghee