Pages

Review : Nail Polish Remover by Revlon

Wednesday, February 13, 2013

Halo-Halo Bandung!

Setibanya gue kembali dari Jakarta, hal pertama yang gue lakukan adalah tidur. Oke. Penting banget. Next, gue sadar kalo gue harus ngapus nail polish yang udah empat hari nempel di kuku gue. Karena gue nggak punya nail polish remover, dengan malas level dewa gue pun ngesot ke Riau Junction untuk membeli sebotol cairan penghapus kuteks tersebut. Pilihan pertama gue sudah jelas; satu brand dengan nail polish yang gue punya, Revlon. Menyandang nama 'Professional Nail Enamel Remover Extra Moisturizing', remover ini datang dalam kemasan botol plastik sebanyak 200ml dengan warna biru yang menenangkan hati. Jeleknya nih, si remover ini datang dengan botol bermulut besar. Harus ekstra hati-hati karena ukuran botolnya besar, rawan kesenggol terus tumpah sebotol-botol. Check this one.

Penampakan botolnya yang terbuat dari plastik
Awas tumpah!
Yang menyenangkan dari remover ini adalah komposisinya yang bebas aseton. Seperti yang kita tahu, remover murah meriah yang biasa kita temui di Str*beri atau Hear*warmer itu bahan dasarnya aseton. Turunan alkohol yang bahaya buat kulit dan kuku. Terbukti setiap gue ngapus kuteks pake aseton pasti kuku gue kuning-kuning dan terkelupas. Sensasi dingin yang menyengat, kalo kehirup bikin pusing dan mual, serta keringnya kulit di sekitar kuku membuat aseton murah nggak layak dipakai. Tapi Revlon ini beda. Remover ini dibuat dari etil asetat dan isopropil alkohol yang lebih ramah kalo kena kulit kita. Apalagi Revlon dengan baik hatinya menambahkan minyak jojoba yang melembabkan kuku dan kulit di sekitarnya. Pembersihannya juga nggak perlu digosok terlalu keras, pelan-pelan tapi beberapa kali gosok juga kuteksnya luntur kok.

Setelah dua kali usap kuku jempol bersih!
Kebetulan, gue dianugerahi kuku yang tebal dan kuat. Kuku ibu jari gue bahkan bisa dipake buat nyobekin tutup botol plastik, LoL. Tapi tetep aja harus dijaga supaya nggak jadi kering dan rapuh. This product works well in erasing my nail polish without any struggle. Gue merekomendasikan remover ini, terutama buat yang sering gonta-ganti kuteks, buat yang kukunya gampang patah dan buat yang kulitnya kering. Harganya juga terjangkau, hanya IDR 37.000 untuk isinya yang cukup banyak. Pemakaiannya juga sedikit, lho. Gue cuma ngeluarin dua kali di kapas untuk lima kuku. Nggak kebayang bakal abis tahun berapa ini remover. Oh iya, harumnya juga lucu, mengingatkan gua sama mainan balon jaman SD dulu. Nggak terlalu menyengat walaupun kalo dihirup keseringan bakal bikin mabok juga. I will repurchase this one for sure, entah dekade berapa, LoL. Anyhow, ini produk mudah terbakar, jadi jauhkan dari geng aromaterapi, ya! :))

Lihat kulit di sekitar kuku; lembab :D
This is it, girls. Have a nice day and stay beautiful!
~24ghee

2 comments:

mbengmellow said...

Ini dulu favorit banget wkt msh di jakarta :D hydrating and scent nya enak ^^ sayang skrg dsini malah ngga ada T_T

Unknown said...

wah, kalo saya malah ngga recommend nail remover ini. Buat saya sedikit susah ngapus nail polish, terus jari2 yang kena nail remover ini jadi kering bgt kulitnya (bener2 keliatan keringnya). jari2 yg "terpapar" banyak kaya jempol, jari telunjuk sama jari tengah bener2 kering dan kaya tebel kapalan gitu, terus jadi ngelupas2 yang bener2 byk gitu kaya melepuh. entah ini cuma case saya aja atau ada yg lain juga, tapi ada baiknya dicek dulu cocok atau ngganya. thankyou...good review though

Post a Comment